Mapay Sejarah di Tjiwaringin
Jalan Pagi Sejarah (JAPAS) bersama Om Pinot pada 8 Februari 2025 mengangkat tajuk Mapay Sejarah di Tjiwaringin. Perjalanan ini membawa para peserta menelusuri jejak masa lalu di sepanjang Jalan Merdeka, yang dahulu dikenal sebagai Tjikeumeuh Weg. Diantara daya tarik dari rute ini terletak pada tiga rumah bersejarah di Jalan Ciwaringin yang pernah dihuni oleh tiga tokoh terkemuka Kota Bogor, serta satu gedung ikonik bekas Percetakan Kita, bangunan heritage yang juga berada dikawasan itu.
Bukan sekadar menikmati pemandangan dan merasakan atmosfer masa lalu, perjalanan ini menghadirkan pengalaman edukatif yang berharga. Para peserta diajak untuk mengenal lebih dekat para tokoh yang pernah hidup di kawasan ini, menggali cerita-cerita yang terus hidup dari masa ke masa, serta memahami dinamika perubahan nama daerah ini, dari Dusun Kedung Dalam, hingga akhirnya dikenal sebagai Ciwaringin.
Rumah Bersejarah di Ciwaringin
Salah satu destinasi utama dalam perjalanan ini adalah rumah bergaya Indies di Jalan Ciwaringin No. 1. Meski para peserta tidak memasuki rumah tersebut, mereka dapat melihat dari dekat bangunan yang dahulu pernah dihuni oleh Harun Kabir, seorang pejuang kemerdekaan asal Bogor. Namanya kini diabadikan sebagai nama jalan di Sukabumi dan Cianjur, namun sayangnya masih banyak warga Bogor yang belum mengenal kisah perjuangannya.
Harun Kabir merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia pada periode 1942–1947. Kisahnya terdokumentasi dalam buku Demi Republik karya Hendi Jo, yang mengungkap peran besarnya dalam Revolusi Indonesia, meskipun namanya jarang disebut dalam narasi sejarah arus utama. JAPAS Mapay Sejarah di Tjiwaringin menjadi upaya untuk mengenalkan kembali sosoknya kepada masyarakat, sekaligus mendorong rumah bekas kediamannya, (dulu dikenal sebagai Ciwaringin 33) agar diakui sebagai situs cagar budaya. Bahkan, akan lebih tepat jika namanya turut diabadikan sebagai nama jalan di kawasan rumah tersebut.
Tak hanya sebagai tempat tinggal Harun Kabir dan keluarganya, rumah ini juga pernah menjadi basis perjuangan Laskar di Bogor, yang dikenal dengan sebutan Laskar Tjiwaringin 33. Paviliun rumah ini pun memiliki jejak sejarah yang lebih besar, karena Bung Karno dan Tan Malaka pernah singgah dan menginap di sana. Kisah-kisah penting yang terjadi di tempat ini dapat kita telusuri lebih jauh dalam buku Demi Republik.
Dengan segala kisah yang tersimpan di dalamnya, Ciwaringin bukan sekadar nama sebuah jalan di Kota Bogor. Ia adalah bagian dari sejarah yang terus hidup, menunggu untuk dikenang dan dipelajari oleh generasi mendatang.
Bogor, 16 Febuari 2025
Abdullah Abubakar Batarfie
Posting Komentar untuk "Mapay Sejarah di Tjiwaringin"
Posting Komentar